Aku kalut sayang
Pikiranku melaju ke antah berantah
Nadiku sudah berdenyut tak karuan
Degup jantungku melampaui batas
Aku ingin kau untuk kembali
Aku ingin kau untuk menepati janji
Aku ingin kau untuk berdiri di sisi
Aku ingin kau untuk temani si penyair
Namun kau tak pernah kembali
Pun menepati janji
Pun berdiri di sisi
Apalagi menemani si penyair
Aku kalut sayang
Pikiranku melaju ke antah berantah
Nadiku sudah berdenyut tak karuan
Degup jantungku melampaui batas
Aku kalut sayang
Queen Oktaviani
About Me
16 / in love with coffee and petrichor.
Popular Posts
Blog Archive
-
▼
2015
(23)
-
▼
Desember
(23)
- Seni
- Aku Kalut Sayang
- Sajak 02.00
- What's Love, then?
- Hampa
- Manusia yang Merugi
- Puisi untuk Alam
- Sajak Pagi Hari
- Senja, Hujan, Cinta dan Rindu
- Tak Seperti Mereka Bilang
- Sajak Berlebihan
- Mustahil
- Jikalah Judulnya Hilang
- Kau; Pecandu Hampa
- Dusta
- Sajak Seuntai
- Kotak Musik untuk Syl (cerpen)
- Kaukah?
- Tentang Saya
- Seperti Apa-apa yang Hancur
- Bayangmu
- Puan
- Kau Laksana
-
▼
Desember
(23)
Q. Diberdayakan oleh Blogger.
instagram.com/queenoktaviani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar