Awalnya, saya emang sudah ada minat menulis pas SD.
SD sering deh bikin cerita fiksi, cuma waktu itu di facebook, saya juga ngga begitu memperhatikan diksi atau nilai estetika tulisan saya, dan ejaannya pun belum EYD.
SMP saya malah seneng nulis cerbung, tapi sudah mulai memperhatikan EYD, belum ngerti bener tentang diksi atau nilai estetika di dalam karya sastra.
Malah sok tau pengen buru-buru nerbitin buku sampe akhirnya saya gagal terus, banyak faktor kegagalan buat nulis, yang paling fatal adalah habis inspirasi, ngga tau deh mau dibawa ke mana tulisan saya. Akhirnya, saya nyerah dan pernah tuh pensiun nulis, setahun saya udah nggak pernah nulis karya sastra apa-apa lagi. Lagian, saya belum terlalu berani menonjolkan diri di sastra karena kata-katanya ribet dan bikin pusing. Tapi saya malah makin tertarik setelah saya hobi banget baca novel, dulu saya seringnya baca novel terjemahan sih hehe. Tapi saya mulai baca novel karya Tere Liye, Dee itu baru-baru ini, sekitar dua tahun yang lalu.
SMK saya mulai mau nulis puisi atau sajak-sajak kecil, paling cerbung bikin cuma sampe konflik aja, eh kesananya saya bingung. Awal kelas 2 saya mulai tertarik sama cerpen, akhirnya saya belakangan ini sering buat cerpen, mungkin baru ada dua tiga buah lah, dan saya penasaran banget buat ikut lomba, karena saya belum pernah. Guru bahasa saya bilang, cerpen karya saya sudah lumayan untuk seumuran saya, saya belum terlalu yakin juga, karena kan, sastrawan yang lebih ahli pasti bakalan lebih kritikus. Saya lebih suka cerpen saya diselip-selip puisi, makanya guru saya bilang, kelemahan saya satu, terlalu banyak kata-kata puitisnya, saya heran gimana cara ubahnya karena sifat alami. Saya belakangan ini sudah mulai berani mencoba buat ngirim karya ke majalah-majalah, semoga awalnya baik, tapi saya sedikit pesimis karena saya masih amatiran sekali. Buktinya, postingan saya di blog ini mungkin tidak begitu menarik, saya juga baru berani bikin blog karena saya bingung kalau saya bikin blog, apa yang mau saya tulis haha. Daripada waktu luang kebuang sia-sia. Yaudah saya bikin blog ini, namanya selalu identik sama hujan, saya kebanyakan dapet inspirasi dari hujan sore-sore dan secangkir kopi(widiw), tapi beneran deh. Penulis inspirasi saya juga banyak, termasuk Kakek Sapardi Djoko Damono, Darwis Tere Liye, Dewi Lestari, Hamka, dll.
Saya cuma mau nulis latar belakang aja, kok, mbak, mas. Selebihnya ngga usah dibaca juga ngga apa-apa. Tapi makasih juga yang udah mau baca ini, doakan saya selalu ya!
Queen Oktaviani
About Me
16 / in love with coffee and petrichor.
Popular Posts
Blog Archive
-
▼
2015
(23)
-
▼
Desember
(23)
- Seni
- Aku Kalut Sayang
- Sajak 02.00
- What's Love, then?
- Hampa
- Manusia yang Merugi
- Puisi untuk Alam
- Sajak Pagi Hari
- Senja, Hujan, Cinta dan Rindu
- Tak Seperti Mereka Bilang
- Sajak Berlebihan
- Mustahil
- Jikalah Judulnya Hilang
- Kau; Pecandu Hampa
- Dusta
- Sajak Seuntai
- Kotak Musik untuk Syl (cerpen)
- Kaukah?
- Tentang Saya
- Seperti Apa-apa yang Hancur
- Bayangmu
- Puan
- Kau Laksana
-
▼
Desember
(23)
Q. Diberdayakan oleh Blogger.
instagram.com/queenoktaviani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar